Dalam dunia analisis laboratorium, kualitas hasil pengujian sangat ditentukan oleh kualitas persiapan sampel. Solid Phase Extraction (SPE) adalah salah satu teknik persiapan sampel paling andal yang digunakan di laboratorium farmasi, lingkungan, dan pangan, dan vakum adalah kunci agar proses ini berjalan dengan kecepatan dan konsistensi yang dibutuhkan.
Namun banyak pengelola laboratorium yang belum sepenuhnya memahami bagaimana vakum bekerja dalam sistem SPE, seberapa besar pengaruhnya terhadap hasil ekstraksi, dan bagaimana memilih vacuum pump yang benar-benar sesuai. Artikel ini membahas ketiganya secara menyeluruh.

Solid Phase Extraction adalah teknik pemisahan dan pemurnian sampel yang memanfaatkan interaksi antara analit (senyawa target) dengan fase diam padat di dalam kartrid atau kolom SPE.
Tujuannya adalah memisahkan analit dari matriks sampel yang kompleks, seperti plasma darah, air limbah, atau ekstrak pangan, sehingga analit dapat dianalisis dengan lebih akurat dan bersih oleh instrumen analitik seperti HPLC, GC, atau LC-MS.
Proses SPE secara umum terdiri dari empat tahap berurutan: kondisionisasi fase diam, pemuatan sampel, pencucian pengotor, dan elusi analit. Setiap tahap melibatkan aliran cairan melewati fase diam di dalam kartrid, dan di sinilah vakum memainkan perannya.

Secara prinsip, cairan bisa mengalir melewati kartrid SPE hanya dengan gravitasi. Namun aliran gravitasi sangat lambat, tidak konsisten antar kartrid, dan tidak praktis ketika banyak sampel harus diproses secara bersamaan.
Vakum mempercepat aliran cairan dengan menciptakan tekanan negatif di bawah kartrid, menarik cairan melewati fase diam dengan kecepatan yang dapat dikontrol. Selain efisiensi waktu, vakum memungkinkan teknisi mengontrol laju aliran secara lebih presisi, faktor yang sangat berpengaruh terhadap kualitas pemisahan dan reproducibility hasil antar sampel.
Baca Juga : Penggunaan Vacuum Pump di Industri Farmasi

Sistem vakum untuk SPE terdiri dari beberapa komponen yang bekerja bersama. Memahami fungsi masing-masing komponen penting agar sistem berjalan optimal.
Manifold adalah rangka utama tempat kartrid-kartrid SPE dipasang. Di bagian bawahnya terdapat ruang vakum yang terhubung ke pompa. Manifold modern umumnya memiliki katup individual untuk setiap posisi kartrid, memungkinkan teknisi mengontrol aliran pada tiap kartrid secara independen, sangat penting ketika memproses sampel dengan viskositas berbeda dalam satu sesi.
Pompa vakum adalah jantung dari sistem SPE. Tugasnya menghasilkan dan mempertahankan tekanan negatif di dalam manifold secara konsisten selama proses berlangsung. Pemilihan jenis dan kapasitas pompa akan dibahas lebih lanjut di bagian berikutnya.
Regulator memungkinkan teknisi menyetel tingkat vakum sesuai kebutuhan proses. Vacuum gauge menampilkan nilai tekanan aktual di dalam sistem secara real-time. Kedua komponen ini sangat penting karena tekanan vakum yang terlalu tinggi dapat menyebabkan fase diam mengering atau aliran cairan terlalu cepat sehingga interaksi analit dengan fase diam tidak optimal.
Liquid trap dipasang di antara manifold dan pompa untuk menangkap tetesan cairan atau uap solvent yang mungkin ikut terbawa aliran vakum. Tanpa liquid trap, cairan bisa masuk ke dalam pompa dan merusak komponen internalnya.
Baca Juga : Pressure Gauge: Cara Kerja, Kegunaan, dan Pemilihannya

Salah satu kesalahan paling umum dalam penggunaan sistem SPE adalah mengoperasikan vakum terlalu tinggi dengan asumsi bahwa tekanan lebih besar berarti proses lebih cepat dan lebih baik. Kenyataannya, tekanan vakum yang berlebihan justru kontraproduktif.
Pada tekanan vakum yang terlalu tinggi, cairan mengalir terlalu cepat melewati fase diam sehingga waktu kontak antara analit dan sorbent menjadi terlalu singkat. Akibatnya, analit tidak teradsorpsi dengan sempurna pada tahap pemuatan, atau tidak terelusi dengan bersih pada tahap elusi. Hasil ekstraksi menjadi tidak konsisten dan recovery analit menurun.
Secara umum, tekanan vakum untuk SPE berada di rentang 50 hingga 200 mbar di bawah tekanan atmosfer (sekitar -50 hingga -200 mbar gauge). Nilai yang tepat tergantung pada jenis kartrid, viskositas cairan, dan jenis analit yang diekstraksi.
Banyak protokol SPE standar, termasuk yang diterbitkan oleh produsen kartrid, mencantumkan rekomendasi laju aliran dalam mL/menit, bukan nilai tekanan langsung, sehingga pengaturan vakum perlu disesuaikan secara empiris untuk setiap metode.

Tidak semua vacuum pump cocok untuk aplikasi SPE. Ada dua jenis yang paling umum digunakan, masing-masing dengan kelebihan dan keterbatasannya.
Diaphragm pump adalah pilihan paling populer untuk sistem SPE di laboratorium. Jenis ini beroperasi tanpa oli, artinya tidak ada risiko kontaminasi oli pada sampel atau udara yang melewati sistem. Pompa diafragma mampu menghasilkan vakum di rentang 10 hingga 100 mbar, yang sudah lebih dari cukup untuk sebagian besar aplikasi SPE.
Keunggulan lain dari diaphragm pump adalah daya tahannya terhadap uap solvent organik. Komponen internalnya, terutama membran dan katup, tersedia dalam material yang kompatibel dengan berbagai pelarut agresif seperti aseton, metanol, atau diklorometana yang umum digunakan dalam proses elusi SPE.
Untuk laboratorium yang memproses banyak sampel secara bersamaan menggunakan manifold berkapasitas besar (12 hingga 24 posisi), pastikan kapasitas pemompaan (flow rate) diaphragm pump yang dipilih memadai untuk menjaga tekanan yang stabil meski semua katup manifold dibuka bersamaan.
Rotary vane pump mampu menghasilkan vakum yang jauh lebih dalam dibandingkan diaphragm pump, namun untuk aplikasi SPE standar kemampuan ini sebenarnya tidak dibutuhkan. Yang menjadi perhatian utama jika menggunakan rotary vane pump untuk SPE adalah kompatibilitas dengan uap solvent, oli di dalam pompa rentan terkontaminasi oleh uap pelarut organik jika tidak dilindungi oleh liquid trap yang memadai.
Jika rotary vane pump sudah tersedia di laboratorium dan ingin digunakan untuk SPE, pastikan liquid trap terpasang dengan baik dan oli pompa diperiksa secara berkala.
Baca Juga : Peran Vacuum Pump dalam Proses Dewatering Mengubah Lumpur Limbah Menjadi Padatan

Sistem SPE dengan vakum digunakan secara luas di berbagai jenis laboratorium dengan kebutuhan analisis yang berbeda-beda.
Di laboratorium farmasi, SPE adalah langkah persiapan sampel yang krusial sebelum analisis dengan HPLC atau LC-MS. Pengujian kadar zat aktif dalam plasma darah, urin, atau jaringan membutuhkan pemurnian sampel yang sangat bersih agar matriks biologis yang kompleks tidak mengganggu sinyal analitik.
SPE dengan vakum memungkinkan pemrosesan banyak sampel secara paralel dengan reproducibility yang tinggi, syarat penting dalam pengujian bioanalitik yang terstandarisasi.
Laboratorium lingkungan menggunakan SPE untuk mengekstraksi dan memprekonsentrasi kontaminan dari sampel air, seperti residu pestisida, senyawa organik volatil, logam berat terkelat, atau hormon lingkungan, yang hadir dalam konsentrasi sangat rendah (level ppb atau bahkan ppt).
Volume sampel yang diproses bisa sangat besar, sehingga sistem vakum dengan kapasitas aliran yang memadai menjadi kebutuhan utama.
Di industri pangan, SPE digunakan untuk mendeteksi residu veteriner dalam produk hewani, mikotoksin dalam serealia, atau aditif pangan yang melebihi batas regulasi. Keragaman matriks sampel, dari minyak goreng hingga daging olahan, membuat pemilihan kartrid SPE dan pengaturan vakum yang tepat menjadi faktor penentu keberhasilan metode.
Baca Juga : Central Vacuum System untuk Industri Printing
Sistem vakum yang tepat adalah fondasi dari proses SPE yang andal. Dari pemilihan jenis pompa, pengaturan tekanan yang presisi, hingga perlindungan komponen dengan liquid trap, setiap detail teknis berkontribusi langsung pada kualitas dan konsistensi hasil ekstraksi Anda.
Untuk kebutuhan vacuum pump di laboratorium farmasi dan industri Anda, vacuum pump Becker menawarkan keandalan dan performa yang konsisten untuk mendukung berbagai proses analitik, termasuk sistem SPE. Becker didistribusikan secara resmi di Indonesia oleh PT Intidaya Dinamika Sejati, satu-satunya distributor resmi Becker di Indonesia, yang siap membantu Anda menentukan spesifikasi pompa yang paling sesuai dengan kebutuhan laboratorium Anda.
Hubungi PT Intidaya Dinamika Sejati untuk konsultasi teknis lebih lanjut.